SAYA PENGEN MATI


Baru saja seorang teman kerja mengeluh tiba - tiba di hari itu Ia kehilangan semangat. Ia bercerita kepada kami bertiga yang sedang duduk mendengar kala itu.

Saya dengan sok tau menerka penyebab dia kehilangan semangat. Saya bilang dia lagi jenuh dengan aktivitas yang padat, gak pernah menyempatkan diri untuk jalan - jalan, terlalu tinggi memasang ekspektasi untuk hidupnya, dan terlalu fokus ingin memenuhi ekspektasi orang lain dan menyenangkan semua orang.

Habis ngebacot sok paling iye, kurang rasanya kalo gak ngasi saran sok bijak. Padahal saya sendiri juga sedang merasakan apa yang sedang Ia rasakan. Bahkan sudah saya rasain sejak bertahun - tahun yang lalu. Sampai sekarang belum sembuh. Malah makin parah.

Saya sudah kehilangan motivasi untuk ke kantor. Sumpek dan jenuh. Tak ada tantangannya lagi (lebih tepatnya: tak ada tantangan yang bisa saya menangkan). Setiap tugas yang ada, tak mampu saya selesaikan. Hati saya sudah tidak disini lagi. Saya butuh pertolongan. Tapi tak mampu meminta tolong. Karena kalo yang nolong saya adalah seorang wanita, istri akan curiga lalu menghakimi saya. Kalo yang menolong adalah pria, istri akan emosi dan bilang saya tak terbuka kepada dia.

Saya bukannya tidak mau terbuka dan ga mau cerita. Saya cuma trauma. Saya kapok. Cerita ke manusia, tidak banyak membantu. Boro - boro dapat dukungan, yang ada hanyalah penghakiman dan sayalah yang balik disalahkan. Makanya saya milih cerita ke blog. Blog tidak bisa menjawab. Respon pembaca yang aneh - aneh pun bisa saya abaikan.

Tidak hanya di kantor semangat saya hilang. Untuk hidup pun saya tidak ada gairah. Saya pengen mati.

Hari -hari tidak produktif, perasaan - perasaan merasa gagal, merasa tidak berguna. Meracuni hari - hari saya hingga membuat saya makin terkontaminasi. Saya jalani hidup saya seperti zombie. Saya bernafas, tapi tak lagi ada jiwa di dalam sana.

Hidup tidak menarik lagi. Tidak asik lagi. Saya gagal jadi manusia. Saya gagal jadi suami. Saya gagal jadi ayah. Tidak ada pencapaian yang saya peroleh. Makin banyak barang yang tak mampu saya beli. Di sisi lain, saya seperti diinterogasi 24 jam. Dicurigai terus. Tak dapat kepercayaan. Wajar, saya sendiri tidak percaya dengan diri saya.


3 bukan komentar (biasa):

happy sunny said...

minta tolong sama istri aja bang, memang istri ga bisa di andalkan?

nuel lubis said...

SEMANGAT!

tatakata said...

semangaat bang, jgn menyerah dan putus asa. Ingat masih ada Tuhan yg selalu ada buat kita kapanpun dan dimanapun kita butuh Tuhan akan selalu ada buat kita

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI