SAKIT SYARAF


Saya kasihan dengan anak saya. Disaat anak lain menjelang kelahirannya disambut kenaikan penghasilan dari ayah mereka, anak saya harus mensyukuri penghasilan bapaknya yang segitu - segitu saja.

Ditambah penyakit yang saya derita di mata membuat menambah penghasilan jadi makin sulit.

Karena penyakit mata ini, saya tidak bisa bertahan lama dalam satu hari. Dikit - dikit mata saya langsung capek, kaya orang ngantuk, tapi mata juga terasa berat dan gatal.

Saya sudah coba tidur yang cukup. Terlalu cukup malah, sampe bikin pusing dan mual, tapi tetep kepala saya harus ngangguk - angguk karena penyakit mata ini. Sepertinya penyakitnya sudah menjalar ke syaraf.

Jangankan nambah pendapatan, fokus di pekerjaan lama saja semakin sulit karena penyakit ini. Dari pagi saya sudah angguk - angguk. Bikin saya malu dan minder. Kepikiran oleh penyakit ini bikin saya gak konsen kerja. Ini sudah terjadi sejak desember tahun lalu.

Niatnya saya nyari tambahan dari dunia maya, tapi baru liat layar bentar aja, anggukan kepala saya makin keras. Setiap saya cerita ke orang tentang keinginan saya nambah penghasilan, sarannya selalu sama: dunia digital. Padahal mereka gak tau penderitaan saya gara - gara penyakit ini.

Nyari kerjaan baru, atau bikin usaha (dengan resiko bertemu banyak orang) ga akan berjalan lancar karena saya cacat seperti ini. Mereka akan terganggu oleh kecacatan saya.

Saya salut banget sama temen-temen disabilitas, atau yang punya kecacatan, atau kekurangan yang persis seperti saya alami tapi masih bisa survive menjalani kehidupannya. Saya rasanya sudah ga kuat. Apalagi sebentar lagi anak saya lahir, dia akan makin ga bangga kepada ayahnya.


0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI