JAWABAN KENAPA SAYA GAK SUKA NGEBAHAS KEHAMILAN KETIGA

Jadi tulisan kemarin terpotong. Saya jawab sekarang alasan kenapa saya enggan ngasi tahu ke temen-temen kantor kalo istri saya lagi hamil walau pada akhirnya akan ketahuan juga.

Saya males menghadapi basa - basinya.

Istri hamil lagi tentu adalah sebuah karunia buat saya. Saya bahagia banget menyambutnya. Tuhan mempercayakan satu lagi anugerahnya kepada saya dan istri.

Tapi ini anak ketiga. Respon orang lain pasti berbeda dibanding anak kedua. Anak setelah yang kedua bukanlah hal yang biasa. Mungkin sebenarnya kalau saya respon saya gurauan mereka tentang kehamilan anak ketiga ini, ceritanya gak akan panjang - panjang banget. Cuman saya lagi males, dan lagi ga ada energi berada dalam obrolan yang lagi tak ingin saya masuki. Gak cuma soal kehamilan, tapi soal apapun.

Penyakit anti sosial saya kumat.

JANGAN POTONG RAMBUT SAAT ISTRI HAMIL

Sebulan menjelang kelahiran anak ketiga saya masih enggan langsung bilang iya setiap ada yang nanya apakah saya sedang punya kehamilan lagi?

Kehamilan memang tidak bisa saya sembunyikan meski saya bukan yang mengandung. Saya masih memegang tradisi pria yang punya kehamilan tidak akan mencukur rambut hingga anaknya lahir. Banyak versi tentang alasan mitos ini bisa ada. (1) Agar rambut bayi kelak tumbuh subur, lebat, dan tebal (2) Agar si bapak tampak kumal jadi ga bisa lirik-lirik perempuan lain soalnya ibu hamil kan sensitif / cemburuan dan dalam kondisi yang pada umumnya tidak cantik.

KE BULELENG TIDAK SEANTUSIAS DULU. INI ALASANNYA

Sabtu kemarin akhirnya saya ke Buleleng lagi. Dalam rangka kegiatan KBS.

Kali ini, karena sudah kesekian kalinya untuk beberapa bulan terakhir, tidak seantusias dulu. Semangatnya udah beda. Mungkin jenuh juga. Terlebih banyak masalah pribadi yang belum terselasikan di rumah dan pekerjaan, ditambah masalah keuangan, bikin gak ada energi buat ngapa-ngapain terutama ngurusin hal tambahan atau hal baru.

Perjalanan di pagi hari dari Karangasem ke Buleleng lewat Amlapura jadi terasa tidak semenyenangkan di awal - awal. Bahkan sampainya pun tidak secepat dulu. Saya telat 40 menit di acara. sampai Buleleng temen - temen udah pada kerja di gerbang desa. Agak canggung karena dateng paling belakang, tapi tebelin muka aja udah dan langsung ambil kerjaan yang udah dikasi tahu sebelumnya.

JADILAH ORANG DEWASA YANG TIDAK MENYEBALKAN

Kemarin saya ketiduran. cucian lupa digosok. Pagi ini sebelum mandi saya sempatkan nyuci. Cuman jemurnya aja yang belum. Sudah minta tolong istri sebelum berangkat tadi, kalo dia lupa atau gak sempet, mamti sore saja jemurnya.

Abis nyuci, saya lanjut mandi. Seperti biasa minta air hangat ke dapur. Ibu lagi disana, masak. Sambil nuang air hangat, dia marah - marah. "Kenapa saya lama sekali ngambil air?" katanya.

"Saya nyuci tadi", jawab saya.

Dia masih gak terima. Masih marah- marah. Katanya saya kaya gak punya istri sampai harus nyuci sendiri.

GARA - GARA BLOG JOKO ANWAR YANG DIBUAT 16 TAHUN YANG LALU

Ketika nyari bahan untuk ulasan film Kala (2007) a.k.a Dead Time, sama nemu blog yang dibikin sutradaranya, Joko Anwar, yang dibikin tahun 2006. Berisi perjalanan pembuatan film tersebut sampai manggung dari festival ke festival.

Di tahun - tahun itu masih puncak dari euforia kepemilikan website bagi seseorang. Seru banget punya web sendiri, baik dengan domain berbayar ataupun pakai fasilitas gratis seperti blogger / blogspot, wordpres, dll. Tak lelah posting, mencari bahan untuk diunggah, ngikutin atau ngebahas trend yang lagi beredar baik di offline atau online. Sangat menyenangkan menikmati kreatiftas yang mereka hasilkan. Drama pun tetap ada. Konflik. Hingga kriminal. Dalam bentuk apapun medianya, tidak akan terlepas oleh hal itu.

Di tahun dua ribu belasan, sosial media mulai naik. Para pekarya konten ini berpindah perahu. Blog jadi sepi dalam waktu singkat. Jaringan terbuka ini berubah jadi ranah sepi, seperti sebuah areal terlarang yang tak ada berani seseorang pun melintas.

Media internet berupa tulisan adalah wadah buat mereka yang introvert untuk tampil dan dikenal lebih banyak orang. Tapi kalau tempat mereka tampil jadi sepi lagi, tempat itu akan jadi tempat mereka untuk nyaman berekspresi tanpa takut dikomentari orang. Tau sendiri kan netizen kita paling jago menghakimi orang.

Untuk saya sendiri, blog Joko Anwar jadi penyemangat lagi. Walau pembaca tulisan ini tak banyak. Konsisten di angka 5, tidak pernah kurang, dan kunjungan harian web ini rata - rata di atas 100, itu tetap jadi alasan saya menulis lebih baik lagi agar waktu yang sudah kalian korbankan membaca isi pikiran saya setidaknya gak terlalu sia - sia.