SAKIT SYARAF


Saya kasihan dengan anak saya. Disaat anak lain menjelang kelahirannya disambut kenaikan penghasilan dari ayah mereka, anak saya harus mensyukuri penghasilan bapaknya yang segitu - segitu saja.

Ditambah penyakit yang saya derita di mata membuat menambah penghasilan jadi makin sulit.

Karena penyakit mata ini, saya tidak bisa bertahan lama dalam satu hari. Dikit - dikit mata saya langsung capek, kaya orang ngantuk, tapi mata juga terasa berat dan gatal.

Saya sudah coba tidur yang cukup. Terlalu cukup malah, sampe bikin pusing dan mual, tapi tetep kepala saya harus ngangguk - angguk karena penyakit mata ini. Sepertinya penyakitnya sudah menjalar ke syaraf.

TERANCAM DIPECAT


Hari ini hari pendek. Pegawai kerja setengah hari. Dan saya malah dateng telat. Amat sangat telat.

Suasana jadi canggung karena temen - temen lagi pada sibuk, tapi saya baru masuk ruangan. Mereka hanya melirik kedatangan saya, lalu lanjut fokus dengan pekerjaan mereka.

Suasana jadi hening. Mereka bekerja dalam senyap. Saya diam seorang diri di pojokan ga ngerti apa yang terjadi. Sumpah ga enak banget. Mau say hello, muka mereka tegang banget seakan di bawah pantat mereka ada orang yang nodongin pistol yang siap meledak kalo mereka meleng dari kerjaan mereka.

Perasaan bersalah membuat saya jadi paranoid. Saya merasa dimusuhi. Ketika mereka tertawa, saya jadi risih sendiri ngerasa kalo tawa mereka sengaja buat nyindir saya. Saya tahu ini hanya pikiran negatif saya. Yaaa namanya juga dihantui rasa bersalah.

Halo, Nak.


Nak, kelak ketika kau lahir, kau akan punya banyak teman seangkatan. Banyak temen bapak dan ibumu juga melahirkan anaknya di tahun ini dan tahun depan. Itu artinya, seharusnya kalian masuk sekolah di tahun ajaran yang sama. Ini bisa baik bagi kami, orang tuamu. Kami akan sering bertemu lalu asik berbicara soal anak - anak yang seumuran, dari sejak kamu lahir hingga kalian sekolah.

Tapi ini bisa berarti buruk untukmu. Mungkin tidak semua anak yang lahir tahun ini akan jadi temanmu. Kelak sainganmu mencari kerja akan amat banyak (sorry bapak ngomongnya kejauhan).

Kamu juga kelak akan dibanding - bandingkan dengan banyak anak seumuranmu. Kalo dibandingin dengan anak yang selisih umurnya terlalu tinggi dari umurnya, kejauhan

Yang kuat ya nak, kita bertiga akan berjuang bersama. Berjuang menahan nyinyiran orang. Berjuang membuktikan kepada orang - orang yang julid tentang kita.

TERLALU SLOW


Hai.

Tadinya saya mau cerita tentang film The Darkest Minds yang baru saya tonton. Tapi keresahan lain muncul di kepala saya yang amat menggangu bahkan memperngaruhi kepribadian saya di depan temen - temen.

Kalo dipikir - pikir, lama - lama blog ini bisa berubah dari blog yang ringan dan mencoba lucu menjadi blog curhatan lelaki yang sedang belajar jadi seorang kepala keluarga. Karena memang disitulah dunia saya sekarang. :))

Btw sekarang saya ngetik bukan hanya sekedar di kantor, tapi malah pakai komputer kantor! Muahahaha.. Tapi memakainya setelah pulang jam kerja, jadi ga termasuk korupsi *wink*

MAAF ISTRIKU


Maafkan suamimu ini istriku, tak harusnya kamu masih bekerja keras saat sudah isi. Mondar mandir ikut kerja keras demi memenuhi kebutuhan anak kita nanti. Aku belum cukup mapan untuk membuat kamu tinggal diam di rumah dan hidup dari penghasilanku saja.

Maafkan suamimu ini istriku, aku belum bisa ngedit foto - foto kita jadi video sesuai keinginanmu, seperti rencana yang pernah ku katakan padamu. Aku takut memulai, karena ada satu PR video yang belum kukerjakan, lebih dari 4 bulan yang lalu. Aku kepikiran itu. Tapi jika aku kerjakan PR itu dulu, aku merasa bersalah kepadamu. Karena video kita lebih prioritas dan harus segera dipublish sebelum basi.