Ikut Pilkades, Ada Calon Mengejutkan!

Abis nyoblos untuk pilkades, langsung ajak anak ke lapangan.

Tiap minggu saya usahakan ajak anak-anak kesini. Kapan lagi? Apalagi besok saya gak bisa nemenin mereka. Besok ada kerjaan di kampung seharian.

Seinget saya ini adalah pilkades pertama saya. Cukup seru. Dari 5 calon, ada 3 yang main ke rumah. Dua datang langsung, satu lagi dari tim sukses mereka.

Diantara kelima calon, ada kerabat dekat saya. Masih keluarga dari ibu. Satu lagi secara mengejutkan adalah tentara yang menangani saya ketika kena covid kemarin.

Visi misi mereka gak usah dibahaslah ya. Sekilas saya cermati hanya sebuah formalitas sebagai syarat menjadi calon dan bagian dari kewajiban kampanye. Yang unik adalah cara mereka menjaring suara.

Ada yang berapi-api memaparkan rencananya (dan janjinya) bila terpilih. Tak lupa Ia paparkan apa yang sudah Ia lakukan untuk desa selama ini. Yang datang pakai tim sukses tidak begitu menarik, hanya saja dengan membentuk tim sukses begini, jadi tampak kesiapan serta wawasan mereka dalam melakukan kompetisi politik. Sedangkan sisanya yang datang ke rumah, hanya sebatas memperkenalkan diri, tanpa janji dan basa - basi apapun. Namun ternyata orang ini cukup banyak mendapat suara di TPS saya. Padahal sejak awal tampak meragukan kalau dilihat dari caranya ke rumah saya.

Saya pribadi tidak berharap banyak. Apalagi sampai bisa memperbaiki infrastruktur. Bebas saja kalau anggaran dan proyek-proyrk desa nantinya akan jatuh ke orang - orang terdekat pak kades yang baru. Impian saya cuma satu, jika saya berurusan ke kantor desa, prosesnya profesional dan tidak berbelit-belit.

BARU KALI INI SAYA TAKUT MELAKUKAN HAL YANG SAYA INGINKAN

Saya adalah orang yang masuk ke golongan yang super idealis dalam berkarya. Melakukan apa yang saya suka, bukan yang penonton mau.

Namun ini kali pertama saya tidak berani melakukan apa yang saya inginkan.

KUNCI SUKSES BERINVESTASI: SABAR

 

Kalau mampu melihat masa depan, mungkin hidup akan mudah. Kita akan mengambil pilihan - pilihan yang lebih baik. Pilihan yang tepat.

Bila kita mampu melihat masa depan, mungkin semua malah makin buruk. BIla ternyata kenyataan yang telah menunggu kita adalah sebuah peristiwa yang belum siap kita terima saat ini, bahkan mau selama apapun kita diberi waktu mempersiapkan hati.

Jadi mungkin sebaiknya tetap seperti saat ini. Kita tak bisa melihat masa depan.

SUDAH RENTA TAPI MENOLAK RINGKIH


Keadaan yang ideal untuk saya saat ini adalah setiap punya kesempatan untuk ngeblog, saya tulis semua ide yang selama ini terbersit. Dari semua tulisan yang terkumpul, entah diposting sekalian semuanya, atau dibuat sistem posting terjadwal.

Enaknya sih terjadwal. Enak ke sistem algoritma internet, dan enak juga ke pembaca. Namun resikonya, ketika sudah menjadwalkan sebuah postingan di salah satu tanggal, dan di tanggal tersebut saya dapat kesempatan menulis lagi, maka disitu akan tetap ada dobel postingan juga.

Daripada pusing mikirin itu, saya pilih untuk menulis disaat sempat. Masalah menumpuknya ide di kepala, itu akan saya jadikan motivasi untuk bisa menulis setiap hari.

Kenapa sih saya begitu ngototnya untuk bisa menulis disini?

LINGLUNG DIKASI HARI YANG SANTAI

Kebiasaan punya planing tiap malem ada yang mau dikerjain, ketika semua udah beres dikerjain, malah gagap.

Bingung mana yang mau diambil lagi. Semua terasa memiliki sifat urgensi yang sama. Padah list ada, dan panjang.

Ternyata saya masih masuk ke golongan orang - orang lemah yang menyerah kepada mood. Yang kalo ga ada feel untuk ngerjain, bakal menunda hal itu. Sekarang saja sepertinya saya akan tidur saja abis nulis ini padahal hari masih jam setengah 11 malem.