Yang Katanya Gotong Royong (Ngangkat Semen)


Sejak vakum selama 3 bulan, sekarang menulis blog tidak lagi sama. Rasanya ganjal. Ibarat memulai berjalan lagi setelah berada di kursi roda sekian lama. Jari masih mencari-cari huruf yang pas untuk merangka kata demi kata, kalimat demi kalimat, untuk membuat paragraf yang enak. Dan seperti yang kalian baca sendiri, hasilnya tetaplah bukan sebuah tulisan yang enak.

Saya ga bole larut dalam suasana aneh ini. Dari sejak menekan tombol "publish" saat menulis postingan yang terakhir, saya telah putuskan untuk lebih disiplin lagi menulis. Gimana pun keadaannya, saya harus nulis. Nulis itu bagi saya ibarat mendengar kabar dari orang tersayang, Sekali ga tau kabar darinya, saya jadi hilang arah. Sekali dia ngasi kabar, semua kotoran di badan terasa lepas. Ringan. (Yang jomlo menahun mungkin gak akan ngerti. #upssorry)

Nulis, dan hal - hal lain yang urgent memang sudah ga bisa saya tunda - tunda lagi. Kalau dulu semua kegiatan yang tertunda selama seminggu masih bisa saya kebut di akhir pekan, sekarang udah gak bisa lagi. Di rumah saya lagi ada gotong royong.

Ya, dibalik makin besarnya sifat individualis penduduk kota, yang asik dan sibuk sendiri dengan hapenya, kami di desa masih melakukan budaya yang konon warisan leluhur Indonesia, bergotong royong.

Gotong royong ini dilakukan karena mendadak banyak sumbangan atau bantuan sosial masuk ke desa - desa. Denger - denger sih ini dari calon bupati atau pendukung calon bupati yang bersangkutan, yang akan bertarung pada bulan Desember nanti. Beginilah nasib rakyat kecil, diinget pas mau pemilu doang.

Makanya kamu jangan pacaran sama peserta pemilu, baik pas mau hari pencoblosan aja.

Rumah saya masuk dalam gang yang diberi bantuan bahan material untuk membuat jalan. bantuan yang diberikan berupa pasir, semen, koral, dan lain - lain. Warga yang lain ada juga yang dapet sembako. Yah sumbangan pemilu di desa saya ga jauh kalau gak dari perbaikan jalan, ya sembako. Tapi masyarakat sekarang udah gak bodoh - bodoh amat, sumbangannya diambil, tapi calon yang ngasi sumbangan belum tentu dipilih.


Gotong royong akan diadakan setiap hari minggu, karena kebanyakan warga libur pada hari itu. Gotong royong biasanya berlangsung dari pagi sampe sore. Hanculah sudah agenda bersantai rutin saya di tiap weekend. Terutama kegiatan main game. Padahal banyak hal - hal yang menentukan di game yang jatuh di hari minggu. Saya harus relakan salah satu kesenangan ini demi membangun lagi silaturahmi di masyarakat. Karena selama ini saya memang jarang kelihatan, pagi ngantor, sore baru pulang dan langsung istirahat. Pas libur saya lebih milih tidur atau diajak jalan - jalan jauh. *langsung pakai kaos bertuliskan "My Trip My Adventure")

Selain perasaan canggung di depan warga karena baru nongol setelah sekian lama masturbasi hibernasi di dalem rumah, saya juga cemas soal fisik saya. saya udah lama gak melakukan gerakan yang berat. Gerakan terberat yang selama ini saya lakukan adalah gerakan melupakan mantan terindah, dan bergerak dari kasur menuju kamar mandi di hari libur.

Padahal umur saya relatif lebih muda dari dibanding yang lain., tapi tenaga saya jauh dibanding mereka. Sama yang 5 - 10 tahun lebih kecil saja saya kalah. Misalnya saja hari minggu kemarin, saat saya dimintai tolong mindahin 100 sak semen bersama warga di gang rumah saya. Satu sak semen isinya kurang lebih 40 sampai 50 kg. Saya dengan sigap mengangkut hampir separo dari jumlah semen. Saat hampir semua semen habis dipindahkan, tumpukan semen di gudang makin tinggi. Untuk memindahkan semen dari bawah harus dengan cara dilempar. Tiba saat giliran saya dan teman yang saya ajak mengangkut semen untuk melemparkan semen ke atas. Kami lempar dengan cara mengayunkan. Dalam hitungan ketiga, kami lempar semen bersamaan. Dan yang terjadi adalah:

semen yang saya pegang cuma terangkat 10cm di atas tanah, akibat lengan saya yang sudah lemas. Semua yang ada disana melihat, citra saya sebagai pemuda macho yang strong hancur seketika itu juga.




0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI