Perpanjang SIM Online di Poltabes Denpasar


Pada akhirnya saya gak kesampean ngurus SIM Online yang sesungguhnya. Soalnya pada saat bawa berkasnya ke poltabes, disana gak ada yang bisa saya tanya. Loket informasi kosong, beberapa polisi yang saya tanya malah nyuruh saya ke tempat pengurusan SIM secara manual. Ujung - ujungnya saya malah ngikutin prosedur seperti perpanjang SIM offline. -___-

Dan saya baru melihat lokasi registrasi ulang pengurusan SIM Online ketika nunggu antrian cetak foto melalui jalur normal. #shithappen.

Ruangan pengurusan SIM waktu itu lagi penuh banget. Saking penuhnya sampe saya gak bisa lihat ruangan pengurusan SIM online. Pengunjung yang datang pun pada berdesak-desakan di depan loket. Tidak ada sistem antri di markas petugas keamanan sungguh sebuah ironi.

Sebenarnya ada sistem penomeran antrian, dan antrian berbaris, hanya saja ketika itu susana memang sedang kacau karena satu loket tidak dibuka. Petugas keamanan melalui pengeras suara meminta permakluman pengunjung karena ketika itu 50% personil ditugaskan mengamankan kunjungan Raja Salman di Nusa Dua.


Hampir saja saya batal ngurus perpanjangan SIM ketika itu. Ketika menyerahkan berkas SIM Online di loket koreksi, oleh petugasnya saya disuruh ke polsek di kampung, sesuai dengan alamat saya di KTP. Saya sempat meninggalkan loket, kemudian balik lagi ke loket koreksi karena saya gak terima sudah jauh - jauh kesini malah disuruh ke kampung. Padahal di form SIM Online terang - terangan tertera polsek yang saya tuju untuk perpanjang SIM secara online adalah poltabes Denpasar.

Petugasnya sudah ganti ketika saya kembali. Yang sebelumnya pria, sekarang menjadi ibu - ibu. Ibu - ibu ini baik dan sabar, serta tetap bisa tersenyum. Dan dengan mulus berkas saya diterima dan saya diberi nomer antrian untuk selanjutnya menunggu panggilan untuk difoto. Mungkin saya kala itu sedang beruntung saja, seandainya yang jaga masih bapap polisi yang tadi, ceritanya mungkin berbeda.

Meski saya tidak sepenuhnya menjalani proses perpanjangan SIM online di poltabes, saya bisa melihat banyak keuntungan dari ngurus SIM secara online. Sistem online memotong proses berdesak-desakan mengantri mengambil blangko. Blangko bisa diisi dirumah atau dimana pun kalian suka, semasih disana terhubung oleh internet untuk mengangkes situs ke sim online polri. Dan lagi ruangan sim online di poltabes sangat sejuk. Jauh berbeda dengan ruangan SIM manual.

Dari jam sembilan tiba di poltabes, setelah menunggu sekitar 4 jam, akhirnya jam 1an SIM saya jadi. Momen ketika nama saya dipanggil untuk mengambil kartu menjadi salah satu momen terbaru dalam hidup saya yang masuk kategori momen terindah. Mengingat bagaimana perjuangan saya selama kurang lebih 4 jam disini. Kebingungan, keringetan, kegerahan, lupa sarapan dan minum (artinya saya puasa setengah hari. hahahaha), capeknya menunggu, diomelin polisi gak jelas (cuma ditanya ditanya lokasi SIM online aja pake bentak - bentak). hampir batal bahkan gagal ngurus SIM.


Saking senengnya, saya gak ragu - ragu memakai jasa laminting yang buka lapak di parkiran poltabes. Saya biasanya pelit soal beginian, biasanya saya laminating di tukang fotocopy, atau bungkus pakai plastik. Karena senengnya, saya rela memakai jasa bapak ini, meski riskan kena 'palak' harga tinggi.

Tapi ternyata hasil laminating bapak ini rapi. Laminatingnya memakai sejenis screen guard untuk hape.


Satu lagi hal unik yang baru saya sadari ketika ngurus SIM online ke poltabes tadi adalah: jika kamu ingin melihat puluhan hingga ratusan orang berzodiak sama berkumpul dalam satu tempat, datanglah ke tempat pengurusan SIM. :))

Oia, bayar SIM onlie cuma 75ribu. Biaya surat keterangan dokter di puskesmas Denpasar sebesar 21rb.

*

SIM Online part 1



0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI