BERUBAH!


Padahal baru seminggu ku tinggalkan jalan ini. Jalan yang biasa ku lewati bila akan pulang kambung dan kembali lagi dari sana menuju ke Denpasar. Pada malam hari kemarin saat akan ke kampung, jalan ini jauh berubah. Tidak seperti biasa. Perbaikan jalan lebih banyak dari biasanya. Yang tadinya satu arah kini dialihkan ke jalan sebelahnya sehingga terkesan menjadi dua arah sampai di jalan yang gag diperbaiki lagi jalan kembali ke jalur semula dan menjadi dua arah lagi.
Sempat bingung. Saking bingungnya sampai-sampai gag ngeliat  jalan yang sudah dialihkan kembali ke jalur semula. Main langsung terobos aja. Untung banyak orang yang berhenti dipinggir jalan karena bingung juga,  hehehe.  Jadinya tersadar kalau gag boleh lurus lagi, tapi belok. Makasi buat orang-orang bingung itu. Hidup bingung!
Yang gag berubah pada jalan itu adalah. . .
jumlah tempat prostitusi! Tiap tempat yang ada lampu-lampu kecil  berwarna-warni kelap-kelip dirangkai sedemikian rupa berbentuk pola dinding yang diikutinya, tulisan, ataupun dililit di tiang dan pohon dengan suasana remang di bagian dalam bangunannya dapat dipastikan itu adalah tempat prostitusi. Kadang cewek-ceweknya nongkrong di depan seperti saat aku pulkam. Ngakunya hanya tempat karaoke, kafe, atau bar biasa.
Tidak ada yang kekal di dunia ini. Yang kekal di dunia ini adalah perubahan. Setiap hal bergerak dinamis. Kita gag bisa konstan melawan arus itu. Tetap keukeuh pada pada ideologinya yang terpaku pada masa lalu. Kita akan ketinggalan.
Buktinya, bila personil power rangers gag berubah, mana bisa dia menang melawan moster. (analogi yang cetek!)
-oOo-
Cerita pulang kampung belum berakhir. Nyambung lagi nih. Gara-gara nekat pulang kampung yang kalau ditempuh dengan kecepatan 60 km/jam bisa makan waktu satu setengah jam  cuma ngandelin bensin yang gag lebih dari seliter. Sampai 15 km dari rumah sih oke-oke aja. Udah mendekati 10 km sebelum kampung, motorku mulai menunjukkan kelainan. Rodanya nambah jadi empat sekarang!! Gag lah.. Dia anjrot-anjrotan gitu,sepertinya mau mati. Tidaaaaaakkkk..!!!
Padahal awalnya sudah yakin dia kuat sampai tujuan. Kata iklan di tivi motor ini irit kok. Tapi seiritnya motor pasti gag kuat dengan bensin segini nempuh jarak segitu (hadoh gue ngomong apa sih).
Menjelang detik-detik kematiannya, melewati masa-masa kritis, tergenjot pedal gasnya olehku, terpaksa terpacu kencang sekuat mesin berjalan dan roda berputar, gag berani nyalip karena takut mati mendadak di tengah-tengah jalan, hampir nabrak orang yang mau belok di pertigaan, motor ini masih bisa bertahan.
Tapi…
Ada dua motor berjalan berdampingan! Pelan. Motorku gag bisa nyalip dan mereka tanpa memperpedulikanku berjalan dengan cueknya!

Tit..tit..tit..tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitt………….
Matilah motorku. Merapat ke trotoar dengan gagahnya. Miris. Tenang kawan, jasamu akan selalu ku ingat. Akan ku carikan kau bensin.
Sempat ku lihat mereka melirik sinis ke tempatku . L
Waktu itu dah jam sembilan malam. Mana ada dagang bensin jam segitu. Karena sudah deket dengan rumah, ku telpon aja ibuk biar ngebawain bensin simpenannya kesini.
Menunggu disini lumayan ngeri. Gelap dan penuh semak-semak. Suasana pantai di seberang jalan gag ngebentu. Ditambah SMS dari Variani yang nyuruh jaga-jaga bila asa penjahat,nyiapin barang tajamlah, ikat pingganglah. Oh men! Bukannya ngasi semangat biar ku tetep positif thinking tapi malah nakut-nakutin kayak gitu.
Ku lebih ngeri ama yang bersembunyi di kegelapan, memandang dari kejauhan, terkadang hanya terlihat siluet ato seberkas sinar yang terbang melintas dari kiri ke kanannya, dan tiba-tiba…HAP!! Dia sudah ada di depan kita.
Berusaha mengalihkan perhatian sambil nunggu orang yang bawa bensin. Mengingat masa sekolah. Saat selalu menunggu motor angkutan atau jemputan dari orang rumah (catetan: oaring rumah bukan merangkap sebagai sopir  angkot!), sambil menghitung jumlah mobil yang lewat. Menunggu penuh harap. Dan hari ini, lampu kendaraan dari kejauhan menambah romantisnya suasana. Melow..
Alas an aku gag beli bensin karena sayang uang. Minggu ini sudah 70ribu minjem uang ama Henny dan Bonceng. Dan kata Henny,”sekarang suruh aja duitnya yang ngater pulang..”. Hehehehehe..
Akhirnya bapak dateng bersama adek. Jah..mreka kelewatan. Gag ngeliat aku di pinggir jalan. Tapi akhirnya mereka belok dan menjemputku.
Tiba-tiba adik ngomong,”kak, disebelah ada dagang bensin buka.”
“Masa?”,aku menoleh dan memang ada. Kancut.

-oOo-
Disaat banyaknya kerjaan saya yang ngaret saya tertarik ikut lomba menulis postingan tentang universitas idaman  yang diadakan oleh ini. Infonya bisa dibaca dengan meng-klik link tadi.
 Mungkin saya akan melakukan sedikit persiapan untuk lomba itu. Toh, juga diadakan bulan Mei. Mohon doanya ya.
Yang mau ikut juga, sampai bertemu di lomba itu.
-oOo-
Mengenai tips penggunaan batre lapy yang saya posting kemarin. Itu hanya berlaku bila anda berada di tempat yang listriknya jarang mati.
Karena bila saat lapy anda tersambung langsung dengan listrik di tempat itu dan listriknya tiba-tiba mati maka lapy anda akan mati mendadak pula. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan lapy anda.
Waspadalah! Waspadalah!!

0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI