Tirta Yatra episode. H - 1


Telepon dari ibuk adalah awal dari cerita ini. Padahal seharian belum tidur. Saat mulai terlelap jam setengah enam pagi,handphone ganteng punya orang yang gag ganteng bernyanyi. Sempat males untuk ngangkat tapi baru tahu dari ibuk seketika mata jadi takut terpejam. Dengan segenap tenaga yang masih tersisa terjadilah obrolan mesra antara seorang pemuda dengan perempuan yang melahirkannya yang sangat ia cintai.

Kata ibuk,, hari minggu besok perusahaan bapakku mengajak pegawainya tirta yatra ke Jawa. Mereka yang diundang boleh mengajak keluarga. Enggan sih sebenernya untuk ikut. Pesimis. Sabtu itu ada rerencana sembahyang ke beberapa pura dan ngajar sorenya. Kalau ditambah pulang kampung  selesai ngajar, pasti kecapaian banget esok harinya saat tirta yatra. Itu bila aku jadi ikut.

Setelah terjadi perdebatan yang sengit (mirip kaya sidang paripurna yang aku tonton tadi), diskusi yang hangat hangat taek ayam, jadilah aku salah satu patrisipan dalam tirta yatra(registrasi dulu ah). Kalau mendengar suara ibuk yang manyun. Terkesan banget dia mengharapkan semua anaknya ikut. Dari nada bicaranya terdengar dia begitu memelas. Jadi gag tega.
Bila dipikirkan mungkin serasa susah untuk melalui semua rencana kegiatan. Bila sudah dilakuin, bakal gag terasa kok. Bahkan kita akan gag sadar bahwa kita telah bisa melaluinya.
Aku pun demikian. Akhirnya bisa sembahyang ke pura-pura yang telah direncanakan dalam satu hari. Meski di pura terakhir gag sembahyangin semuanya. Cukup mepamit doang. Tapi gag apa-apalah. Setidaknya aku bisa.
Namun jam ngajar ngaret. Gag enak minta henny menghentikan acara chat nya. Dia baru mulai soalnya. Jadi aku tolelir lagi setengah jam sambil menunggu kepastian jam berapa muridku mau privat. Jam lima (kiku kiku 5x), kami berangkat ke Denpasar karena jadwal regular aku ngajar adalah jam 6 (itu anak belum juga ngasi kepastian!). Sebelumnya  mau nganter henny ke rumahnya(belajar jadi pacar yang baik).
Diperjalanan ada SMS dari kakak muridku,Icha. Dia bilang adiknya gag les hari ini. Hore! Terima kasih tuhan. Setidaknya aku masih ada waktu untuk istirahat dan menyiapkan diri untuk Tirta yatra besok.
Sebenernya jadwal ngajarku sudah banyak bolong. Karena bolos, de el el. Sebelum dapet SMS tadi, pikiran masih terfokus pada kesanggupan mengikuti tirta yatra besok. Dengan ditambah ngajar,pasti akan melelahkan. Gag hanya fisik, ngajar itu juga dituntut kesiapan pikiran. Dan aku gag ada niat untuk gag ngajar hari ini karena ini komitmen profesi.
Tapi tuhan lagi telah ngasi rahmatnya. Dia tahu apa yang aku butuhkan saat ini. Waktu lebih agar semua ku kerjaan dengan perlahan dan santai namun pasti. Bila lagi bermurah, Ia bisa memberi kita kesempatan lebih dari satu kali. Itu patut disyukuri dan jangan disiakan.
Pikiran beralih menjadi rasa gag enag karena banyak banget jadwalku ngajar dengan anak itu yang bolong. Udah kualitas ngajarku gag sebagus yang lain. Jarang ngajar pula! Kenapa ya dia gag ngajar hari ini? Apa di marah karenaku?
Sudahlah, lebih baik mikirin tirta yatra besok dulu. Masalah ngajar bisa ditebus di pertemuan selanjutnya dengan maksimal.
Baiklah, setelah dapet kabar itu aku balik ke Asrama, prepare untuk pulkam, dan GO!!!! Nganter henny ke rumahnya mataku sering banget tak tertahan untuk terpejam. Efek gag tidur seharian. Bayangan mimpi dan nyata makin sulit dibedakan. Dengan susah payah kudaratkan henny di tujuan. Fiuh. It’s time to go home..!
Dengan kondisi 11-12 kayak aku ngantar henny, tibalah aku di gubuk megahku. Sapa orang rumah bentar, ganti baju, tidur. Saking capeknya aku gag sadar kalau dikasi martabak oleh ibuk, aku juga gag sadar diajak ngobrol ma bapak. Atau jangan-jangan aku ngigau? (misteri)   
-oOo-
Ini janji saya untuk menceritakan pengalaman selama Tirta Yatra minggu lalu. Maaf dipotong sama rata jadi beberapa bagian. Abisnya kalo digabungin,panjang banget! Ini aja masih panjang. Dan kalau diresume,sayang,banyak yang harus diceritakan. Maaf bila gaya penulisan dan bahasa sangat jauh dari kata baik. Harap maklum ya para pembaca yang baik hati.. ^_^

0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI