Angka 20 di Nyepi tahun ini


Momen Nyepi baek banget buat intropeksi. Kapan lagi bisa nemu situasi yang bener-bener sepi, kalau gag di hari raya Nyepi di Bali. Kayak kata iklan di TPI,”Semoga keheningan bisa melahirkan kesucian hati”.
Saat pulang ke Beleleng dua hari lalu. Mencoba melewati jalan tikus yang biasa kulalui waktu kecil. Pergi berpetualang dengan teman sepermainan. Memancing memori nostalgiaku (tapi gag sampai nangis kangen terharu gitu kok).
Jam 4 sore. Aku masih di jalan. Sempat istirahat di jalan untuk memejamkan mata sejenak. Para muda-mudi sudah membawa ogoh-ogoh mereka ke Bale Banjar. Dikumpulkan dengan ogoh-ogoh yang lain. Dengan mobil pick-up mereka melaju pelan menghabiskan hampir semua ruas jalan. Terjebaklah aku dalam macet. Meliak-liuk gag lincah mencoba untuk lewat, dan berhasil!
Hujan. Seperti biasa. Hujan dikala Nyepi. Berbeda dengan tahun lalu yang sedang PEMILU, kali ini diijinkan untuk membuat ogoh-ogoh. Tapi gag sampai di kampung hujan sudah reda.
Disambut hangatnya senyum nenek. Lezatnya hidangan hari raya pun menggoda. Ajakan paman untuk ikut menonton arak-arakan ogoh-ogoh tak semenggoda itu.
Nyepi pun tiba. Ku bangun jam setengah tujuh pagi. Disini gag kayak Nyepi. Sama seperti hari biasa. Cuma gag ada kendaraan  aja di jalan. Semua orang ramai saling bercerita. Entah apa? Semua juga bebas menonton tivi.
Hey..!
Apakah mereka lupa Catur Bratha Penyepian? Gag boleh menyalakan api, mencari hiburan, bepergian, dan bekerja. Sedangkan disini, ke kebun seperti biasa,  membuat keramaian. Sinting. Inikah bentuk penghargaan terhadap agama mereka sendiri. Gimana umat lain mau menghargai? Operator seluler yang ku pakai, XL, aja menghargai hari ini. Ya aku juga tahu itu untuk menarik simpati pelanggan. Tapi lucu juga, begini kata SMS dari XL,”

”.

Dan benar saja. Ada berita heboh di facebook. Account bernama Ibnu Rachal Farhansyah disebarkan via SMS. Postingannya yang berisi kalimat: Nyepi sehari kayak tai, memancing emosi orang Hindu Bali. Tapi sekarang sudah agak mereda kasusnya. Dengan ribuan permintaan maaf dan permakluman yang dia tulis di dindingnya. Jadi kayak kasus Marsha versi facebook.
Aku gag niat lihat hape kemarin. Kan Nyepi. Tapi karena bila hapeku dimatikan, dia akan susah dihidupkan lagi, jadi gag kumatikan dan kudapati banyak SMS. Berisi ucapan hari raya, nanyain tugas, kuliah, dan berita heboh itu. Sempat bingung, bukannya Nyepi harusnya gag beraktivitas, tapi hape dan facebook tetep aja ramai oleh umat Hindu sendiri. Untungnya stasiun televisi nasional menutup siarannya di Bali, kalau swasta sih tetep tancap teruss…
Momen Nyepi kemarin juga lebih bermakna buatku. Hari itu tepat ulang tahunku yang ke-20! Sudah kepala dua kalau kata orang. Ulang tahun ini berarti lebih karena jatuh pada hari raya besar. Mungkin ini pesan dari-Nya untuk intropeksi lebih dalam. Yahh..memang harus itu yang ku lakukan. Umur dua puluh gag boleh lagi main-main dalam menjalani hidup (tapi harus tetap santai). 80 tahun lagi umurku 100 tahun soalnya (apa hubungannya?).
Dan hanya dua orang yang ngasi ucapan, pacarku dan mantanku. Karena memang aku sengaja tidak mengumbarnya ke khayalak banyak. Hehe
Resolusi untuk umur 20 ini adalah: sukses PKL, sukses menyelesaikan pemerintahan di HMJ (Himpunan Mahasiswa  Jurusan), sukses jadi SC (Sterring Comitte)  kepanitiaan di Jurusan, sukses Tugas Akhir I (TA I) atau Usulan Penelitian (UP), sukses menulis di blog, dan langgeng dengan pacarku yang sekarang. Semoga semua bisa terlaksana. Amin.
 Eh denger-denger Sriwijaya menang 6-1 lawan Selangor ya..? Sukur deh. Prestasi Negara gag nular ke klubnya..hehe..
Dan hari ini aku sudah sampai di Bukit lagi. Setelah melalui rute panjang dari bangun kesiangan, malu sembahyang, mampir ke rumah bibik eh orangnya gag ada, nyoba rute baru pake nyasar dan kedinginan tapi akhirnya nyampai kampung Karangasem, tidur sebentar, ke rumah Sauca(temen kelompok di kampus) buat tugas kelompok dan FINISH!

*)gambar dicolong dari:
http://cuapcuaputry.files.wordpress.com/2009/02/23022009_001.jpg

0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI