IDEALIS vs OPEN MINDED

 

Setelah menikah dengan istri, saya makin sadar betapa menyebalkannya diri saya.

Sebagian dari kalian akan benci tulisan ini, karena saya akan ngomongin zodiak.

Saya dan istri zodiaknya sama. Melihat dia, kayak melihat diri sendiri. Saya seperti ngaca. Pengen protes, tapi gak bisa, karena sifat saya juga seperti dia. Cara mengambil keputusan pun hampir mirip.

Yang paling berasa itu ketika istri sudah punya pendirian dan rencana. Kaku banget. Sulit sekali diubah. Untungnya, dia tidak ngerepotin orang lain. Dia akan mengusahakan sendiri agar tujuannya terwujud.

Tapi, bila sesuatunya tidak berjalan lancar, dia akan stuck. Diem. Berpikir. Merenung. Hanya saja, waktu terus berjalan. Yang diajak kerjasama gak bisa nunggu lama. Kalopun tetap jalan, kelihatan banget terpaksanya. Saya yang baperan kan jadi gak nyaman.


Dua paragraf di atas juga yang saya lakukan. Jadi saya jadikan istri bahan intropeksi.

Idealisme dan berfikiran terbuka sulit berjalan berdampingan dalam satu tubuh. Padahal bisa saja kita ambisius dan perfeksionis, namun bila ada ide baru atau masalah, kita tetep fleksibel mencari solusinya.

Saya sadar, yang kaku akan cepat patah. Akan pecah. Mungkin itu kenapa saya belum sukses hingga sekarang.


0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI