It Chapter One (2017), YANG UDAH BACA NOVELNYA AJA YANG NGERTI


Gara - gara akan nonton IT Chapter Two, saya maksain diri nonton Chapter One. Padahal saya gak suka nonton film horor. Nonton itu untuk dapet hiburan, ini malah kitanya yang nyari buat dikagetin dan dibikin tegang. Sorry, saya gak kaya gitu cara dapet hiburannya.

Tapi, karena banyak yang ngomongin film IT ini, bahkan dari yang Chapter One, penasaranlah saya. Kepo.

Jadi IT itu menceritakan iblis/hantu yang selalu keluar tiap 27 tahun sekali, meneror sebuah kota dengan menculik (dan menghilangkan nyawa?) anak - anak di kota itu. Cuman hal - hal mengerikan yang menyertai hilangnya anak - anak ini cuma anak - anak yang bisa lihat. Orang dewasa melihat ini kaya kasus anak hilang biasa.
Disinilah awal keanehan yang saya lihat. Orang dewasanya anteng - anteng aja ada orang yang hilang. Satu kabar hilang menutupi kabar hilang lainnya. Atau sebenernya anak - anak yang hilang ini jeda waktunya gak berdekatan jadi gak tampak sebuah kasus yang berkaitan? Atau orang dewasanya terlalu cuek? Terlalu bego? Atau pura - pura gak menyadarinya?

Hal ini gak terlalu dijelasin sama filmnya.

Hal lain yang masih gak jelas adalah tentang seorang tokoh anak - anak bernama Beverly, yang di kota itu terkena isu sebagai cewe murahan. Tapi gak dijelasin kenapa sampe dikatain pelacur. Entah karena penampilannya (yang pada akhirnya Ia ubah jadi kaya anak tomboy) atau Ia punya masalah masa lalu suram?

Kali aja kan dia pernah diperkosa bapaknya. Soalnya dia tampak takut banget sama bapaknya (Ia tinggal sama bapaknya. Ibunya gak diceritain ada dimana). Bapaknya pun kaya nafsu sama dia, tapi bahasa tubuhnya susah dibedain mana sange dan mana yang terlalu posesif kepada gadis kesayangannya yang mungkin terlalu cantik atau mengingatkan sang ayah kepada istrinya.

Adegan Beverly memotong kasar rambut panjangnya dan mengatakan rambut itu penyebab sikap ayahnya pun tidak menjawab kebingungan saya.


Dik Beverly memang cukup menarik perhatian di film ini. Dia lebih bikin saya degdegan daripada si Pennywise.

Postur tubuhnya timpang banget dengan cowo - cowo seumurannya yang dia ajak main. Kaya puber dini gitu. Emang sih perkembangan cewe lebih cepet daripada cowo, tapi enggak yang sejauh ini juga. Pantat dan dadanya cukup 'jadi". 





Banyak dialog - dialog heroik yang diucapkan tokoh anak - anak dalam film ini. Dialognya masih terdengar wajar karena yang ngomong adalah anak - anak. Kalo orang dewasa yang ngomong baru aneh. Cuman tetep berasa aneh karena kadar dialognya di film ini terlalu banyak.

Film IT chapter I ini menurut saya overated. Mungkin uniknya hanya di hantunya yang berupa badut, sisanya gak seserem kata orang. Mereka dibayar kali ya buat ngasi testimoni palsu?

Saya merasa ngeri duluan gara - gara tersugesti oleh kata orang - orang. Padahal filmnya gak serem - serem banget. Bahkan anak - anak pun rasanya masih masuk kalo dikasi tontonan film ini.

Hal lain yang gak dijelasin dari film ini adalah ketika diending, tubuh - tubuh bayi manusia yang ditemukan oleh anak - anak ini gak dijelasin dibawa kemana. Dikubur kah, lalu mana kuburannya? Apa dibiarin disitu aja?

Apakah Bill ketemu dengan jasad adiknya? Gimana cara tokoh - tokoh ini keluar dari selokan tempat sumur sarangnya Pennywise karena tali yang mereka pakai turun sudah dibuang oleh Henry yang jahat.

Ujug - ujug udah satu bulan selanjutnya, dan si anak - anak udah di luar duduk - duduk di pinggir sungai (atau laut).

Nasib bapaknya Beverly pun gak dijelasin kayak gimana setelah terkapar di toilet rumahnya dengan kepala bocor gara - gara dipukul oleh Beverly? Kenapa si Beverly bisa bebas jalan - jalan keluar?

Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, IT, karya Stephen King. Mungkin yang udah baca bukunya, bakal langsung konek dengan cerita di film ini. Tapi kalo untuk saya yang gak pernah baca bukunya, bakal kaya di tulisan saya sekarang ini, banyak bingungnya. Film ini seakan - akan ditulis untuk yang udah baca bukunya saja.

Btw, pemeran Ben menurut saya cakep, manis, ketutupan sama badannya yang gendut aja.


0 bukan komentar (biasa):

Post a comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI